Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Melayani di salah satu Gereja Lutheran (Serving in one of the Lutheran Church)

Minggu, 19 September 2010

SELALU BERJAGA-JAGA

Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” Lukas 21:36

Ayat di atas adalah suatu nasihat dan sekaligus peringatan bagi setiap anak Tuhan yang hidup di masa akhir ini. Nasihat “berjaga jagalah senantiasa sambil berdoa” disampaikan agar kita selalu waspada dan tidak jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.

Kata berjaga-jaga yang dimaksud di sini adalah memiliki sikap hidup, perilaku yang berbeda dan tidak serupa dengan orang dunia. melainkan seturut kehendak Tuhan, “...sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2), sedangkan berdoa mengacu pada hubungan kita dengan Tuhan. Tanpa bertekun dalam doa kita tidak akan mampu berjaga-jaga, karena sumber kekuatan itu datangnya hanya dari Tuhan.

Saat ini dunia menawarkan banyak hal: kesenangan, kemewahan dan segala kenikmatannya. Bahkan beberapa waktu lalu sebuah surat kabar memuat berita tentang maraknya iklan-iklan berbau atheis di Eropa. Salah satunya mengatakan, “Barangkali Tuhan tidak ada. Karena itu bersenang-senanglah dan nikmatilah hidup!” Ini bisa diartikan, selama masih hidup di dunia bersenang-senanglah dan nikmatilah hidupmu, tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal rohani seperti ibadah, pelayanan, hidup kudus dan sebagainya. Bila kita tidak berhati-hati dan tidak memiliki sikap berjaga-jaga, kita akan mudah terjebak dan akhirnya tenggelam dalam kemabukan dan pesta pora dunia ini. Alkitab tegas mengingatkan, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora, dan kemabukan serta kepentingan- kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” (Lukas 21:34). lngat kejatuhan seseorang itu terkadang bukan karena banyaknya masalah/penderitaan , tetapi justru saat sedang dalam kelimpahan, nyaman dalam segala hal, yang akhirnya membuat lengah. Tapi bila kita tekun berdoa dan terus membangun hubungan dengan Tuhan, Roh Kudus akan memberi kekuatan dan melindungi kita dari segala tipu muslihat kuasa jahat.

“Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” 1 Korintus 10:12

Sabtu, 21 Agustus 2010

MEREDAKAN KEMARAHAN

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam kemarahanmu (Efesus 4:26)

Di buku rekor Guinness 2005, Percy Arrowsmith dan Florence tercatat sebagai suami istri tertua di dunia. Mereka telah menikah selama 80 tahun. Percy berusia 105 tahun, sedangkan istrinya 100 tahun. Namun, keduanya masih saling mencintai. Apa rahasianya? "Sederhana!" kata mereka. "Kami tidak akan pergi tidur sebelum menyelesaikan konflik.

Tidak enak tidur membawa kemarahan. Jika bertengkar, kami berusaha saling mengampuni sebelum larut malam, supaya hari itu bisa ditutup dengan ciuman dan genggaman tangan."

Kemarahan bisa mampir mendadak; ketika kita dicurangi, dituduh bersalah, atau saat melihat ketidakadilan. Mazmur 37 ditulis bagi orang muda yang panas hatinya ketika melihat orang-orang jahat sukses. Mereka berbuat curang (ayat 1), melakukan tipu daya, tetapi hidup lebih berhasil ketimbang dirinya yang hidup lurus (ayat 7).

Kemarahan pun muncul. Jika dipendam, kemarahan ini akan berbuahkan iri hati dan kepahitan. Satu kali ia bakal meledak dan bertindak main hakim sendiri! Maka, pemazmur menasihatinya untuk berhenti marah (ayat 8) dan menyerahkan masalahnya kepada Tuhan (ayat 5). Biarlah Tuhan yang bertindak dan memunculkan keadilan (ayat 10,11). Kemarahan tidak berguna. Jika disimpan, ia bagai sampah yang membusuki hati.

Apakah Anda sedang marah atau kerap marah? Datangnya marah tak bisa dicegah, tetapi bisa diredakan. Ceritakan kekesalan Anda kepada Tuhan, nantikan Dia bertindak, lalu padamkan amarah Anda sebelum mentari terbenam. Jangan biarkan kemarahan mengotori hati, mematahkan semangat, dan mengganggu waktu tidur Anda!

KEMARAHAN ITU BAGAIKAN KANKER IA HARUS SEGERA DIBABAT SEBELUM MERAMBAT

Jumat, 30 Juli 2010

12 Hikmat Kehidupan

12 HIKMAT HIDUP
(ditulis kembali oleh: Pdt.TD.Rumahorbo,S.Th.)

Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan,
tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan [Ams 1:7]

01. Hidup adalah sebuah ANUGRAH, bersyukurlah! [Ef 1:3-14]
02. Hidup adalah sebuah PERJALANAN, melangkahlah! [Yos 1:8]
03. Hidup adalah sebuah TUJUAN, capailah! [Yes 43:7]
04. Hidup adalah sebuah PERJUANGAN, bertarunglah! [Ef 6:11-16]
05. Hidup adalah sebuah TANTANGAN, hadapilah! [1 Kor 10:13]
06. Hidup adalah sebuah TUGAS, laksanakanlah! [Mat 28:19-20]
07. Hidup adalah sebuah MISTERI, singkaplah! [Yes 55:8-9]
08. Hidup adalah sebuah KESEMPATAN, ambillah! [Gal 6:9-10]
09. Hidup adalah sebuah JANJI, nantikanlah! [Mat 16:19]
10. Hidup adalah sebuah PENGORBANAN, relakanlah! [Mat 5:39]
11. Hidup adalah sebuah PENANTIAN, bersabarlah! [Pkh 3:11]
12. Hidup adalah sebuah PENGANIAYAAN, tabahlah! [2 Tim 3:10-17]
Thanks, GBU.

3 Type manusia

Dalam ibadah raya hari Minggu tanggal 2 Maret yang lalu pak Pendeta menjelaskan adanya tiga tipe reaksi manusia ketika menyaksikan mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus, yaitu:
1. Tipe Egois dan Pengejar Berkat
Dalam Yohanes 6:1-15 diceritakan mengenai mujizat yang dibuat Tuhan Yesus, yaitu memberi makan lebih dari 5000 orang dengan 5 roti jelai dan 2 ekor ikan, di mana makanan masih sisa 12 bakul. Dalam ayat 14-15 ditulis : Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia." Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. Mereka ini adalah tipe orang yang hanya mengejar berkat-berkat Tuhan saja. Untuk mereka Tuhan Yesus memperingatkan : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." (Yohanes 6:26-27)
2. Tipe Sombong, Sok Pinter dan Suka Berdebat
Orang-orang Farisi dan ahli Taurat termasuk tipe ini. Mereka ahli dalam pengetahuan mengenai Kitab Suci, namun justru pengetahuan mereka itu membutakan mata mereka, sehingga mereka tidak mengenali Yesus yang di depan mata mereka. Mereka masih saja menuntut tanda-tanda dan bukti-bukti. Mereka terus saja berdebat dan mencobai Yesus, misalnya mengenai kewajiban membayar pajak kepada Kaisar, mengenai menyembuhkan pada hari Sabat. Bahkan puncaknya, mereka menghujat Roh Kudus dengan mengatakan mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus adalah pekerjaan Beelzebul (Matius 12:24). Untuk mereka Tuhan memperingatkan: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus“ (Lukas 11:29) dan “Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.” (Matius 12:31-32)
3. Tipe Sederhana dan Rendah Hati
Ketika dengan kata-kata marifat Tuhan Yesus membuka rahasia wanita Samaria di tepi perigi Yakub: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar," maka reaksi perempuan itu adalah: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi” (Yohanes 4:17-19). Perempuan itu meninggalkan tempayannya dan pulang ke kampungnya serta membawa teman-teman serta tetangganya kepada Yesus.
Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu. Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia." (Yohanes 4:39-42)
Padahal di situ Tuhan Yesus tidak membuat mujizat apa-apa. Kata-kata marifat Tuhan Yesus sudah diterima sebagai mujizat oleh wanita Samaria yang sederhana ini. Dan walaupun dia mungkin tidak pandai berdebat dan tidak berpendidikan setinggi orang-orang Farisi dan para ahli Kitab Suci, namun dia justru berhasil memenangkan banyak jiwa bagi Tuhan.
Nah, kita bisa refleksi, kita ini termasuk yang mana? Pengennya sih masuk jenis yang ketiga, tapi apa iya kenyataannya seperti itu?